Lizeth Matilda Loughty


π‘Ίπ’π’Žπ’† π’…π’‚π’šπ’” 𝑰 π’‚π’Ž π’Žπ’π’“π’† π’˜π’π’π’‡ 𝒕𝒉𝒂𝒏 π’˜π’π’Žπ’‚π’, 𝒂𝒏𝒅 𝑰 π’‚π’Ž π’”π’•π’Šπ’π’ π’π’†π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ π’‰π’π’˜ 𝒕𝒐 𝒔𝒕𝒐𝒑 π’‚π’‘π’π’π’π’ˆπ’Šπ’›π’Šπ’π’ˆ 𝒇𝒐𝒓 π’Žπ’š π’˜π’Šπ’π’….


Profile

NameLizeth Matilda Loughty
NicknameLiz
PDoBLas Vegas, August 8, 1988
Age31 years old
Blood TypeAB
OccupationJewelry Designer, Author, Model
Sex OrientationPansexual

Personality

ENTJ
ENTJs are strategic leaders, motivated to organize change. They are quick to see inefficiency and conceptualize new solutions, and enjoy developing long-range plans to accomplish their vision. They excel at logical reasoning and are usually articulate and quick-witted.

ENTJs are analytical and objective, and like bringing order to the world around them. When there are flaws in a system, the ENTJ sees them, and enjoys the process of discovering and implementing a better way. ENTJs are assertive and enjoy taking charge; they see their role as that of leader and manager, organizing people and processes to achieve their goals.

Trivia

β—¦ Pecandu alkohol.
β—¦ Cenderung tertutup.
β—¦ Tidak suka sendirian.
β—¦ Menyukai kebebasan.
β—¦ Suasana hati mudah berubah.
β—¦ Merupakan pribadi yang mandiri.
β—¦ Bertindak tanpa berpikir panjang.
β—¦ Mudah mengakrabkan diri dengan orang yang baru ditemui.
β—¦ Menyukai perhiasan, salah satu alasan dirinya menjadi seorang jewelry designer.

Story

2015
γ€€γ€€γ€€Semua berawal dari sini. Ketika itu usiaku masih di pertengahan dua puluh, karirku sebagai seorang model tengah melejit dan ya, harus kuakui bahwa godaan datang silih berganti. Aku bukanlah seseorang yang kekurangan jika itu berhubungan dengan materi, keluargaku masih terbilang mampu dan dengan karir cemerlang, rasanya aku bisa mendapatkan apa saja. Sebenarnya jika berbicara mengenai asmara, aku telah memiliki pengalaman yang dapat dikatakan cukup untuk berhadapan dengan para pria. Hanya memang dasarnya aku saja yang tidak begitu tertarik dengan komitmen, membuatku lebih menyukai hubungan singkat tanpa ada kelanjutannya. Bagiku, kesenangan adalah hal fana. Dan akan selalu ada duka setelahnya, begitu jua dengan cinta. Cinta adalah perpaduan antara suka dan duka, dan untuk menghindari duka yang tak perlu, maka aku amat menghindari pelibatan perasaan pada setiap hubungan yang aku jalani.
γ€€γ€€γ€€Hingga ia hadir dan merubah segalanya. Aku tidak akan menyebut namanya di sini, seorang pria yang berhasil membuatku menarik kembali kata-kataku mengenai cinta. Meski hanya sesaat. Aku merasa berhutang maaf kepada diriku yang dulu, yang dengan begitu naif percaya bahwa dia benar mencintaiku. Sebab rasanya terlalu nyata sampai aku sendiri tak sadar diriku telah diperdaya. Jika benar perasaannya untukku, mengapa ada kebenaran yang harus ditutupi olehnya? Apa kejujuran sesulit itu untuk ia katakan? Apa kesetiaan bukanlah sesuatu yang ia miliki? Sebab nyatanya ia telah berdua, dan aku hanyalah wanita bodoh lain yang berhasil ditipu olehnya.
γ€€γ€€γ€€Ini adalah sebuah kesalahan. Sakit hati tentu dirasa, saat tahu bahwa semua hanya dusta. Kenyataan dia telah bersama yang lain dan aku hanyalah pengisi kebosanan, membuatku amat terpukul. Namun dalamnya cintaku terhadapnya membuat logikaku tumpul, sehingga aku menerima saat ia hanya menjadikanku kekasih gelapnya. Semua berjalan lancar untuk tahun pertama, hingga seorang jurnalis berhasil mengabadikan kebersamaan kami dan membuat istrinya murka. Wanita malang yang saat itu tengah mengandung bayi pertama mereka mengalami keguguran. Hal itu membuat kekasihku sangat menyesal dan memutuskan kembali pada istrinya tanpa mempedulikanku. Pria itu bahkan menyalahkanku atas kehilangan bayi mereka. Dibanding merasa menyesal, aku semakin membenci wanita itu. Bukan salahku jika suaminya berselingkuh, aku semula tak tahu perkara rumah tangga mereka jadi ikut terseret dalam hubungan rumit dan sialnya perasaanku sendiri tak dapat aku kendalikan. Salahkan pria itu yang menyeretku dalam hubungan ini, bagaimana pun semula aku tidak tahu dan sudah teramat mencintainya ketika tahu ia adalah milik wanita itu. Namun sejujurnya tiada penyesalan bagiku, mungkin mereka memang pantas mendapatkan ganjaran ini sebab telah mempermainkanku.
γ€€γ€€γ€€Masa kelamku. Lupakan karir cemerlang yang kupunya, hari-hari aku lalui dengan mengonsumsi minuman beralkohol disertai obat-obatan terlarang hanya untuk mengalihkan pikiranku darinya. Hingga mimpi buruk itu terjadi. Saat itu asistenku tengah sakit dan aku tidak bisa menahan keinginan untuk pergi ke pesta salah satu rekan sesama model yang baru merayakan debutnya menjadi bintang di salah satu ajang bergengsi sebagai juri di sana. Aku yang saat pesta telah menenggak cukup banyak alkohol hingga membuat kesadaranku tidak cukup kuat untuk menghindar dari petaka yang kusebabkan sendiri. Aku mengalami kecelakaan yang amat buruk hingga menewaskan seseorang yang bahkan tak aku ketahui namanya. Meski kekasih korban amat membenciku, nyatanya perempuan itu tak memiliki daya untuk melanjutkan perkara dan menjebloskanku ke penjara. Sebab segala bukti telah dipalsukan dan keberadaan saksi palsu jelas mempermudahku untuk lolos. Namaku semakin buruk. Usai skandal asmaraku dengan pria beristri, kini pemberitaan tentangku adalah mengenai pemakaian obat terlarang yang hampir mengisi seluruh media cetak saat itu. Hingga puncak dari segala kejadian adalah aku menerima panggilan untuk diperiksa, namun berkat kecerdasan asisten serta pengacaraku, aku berhasil terhindar dari jerat hukum.
γ€€γ€€γ€€Inikah kebebasan? Usai berbagai skandal yang melibatkanku, meski pada akhirnya aku bebas dari jeratan hukum, namun nyatanya sanksi sosial tetap aku dapat. Aku pergi meninggalkan kota kelahiranku hanya untuk menghindar dari ujaran kebencian yang kian hari kian banyak aku terima. Surat berisi ancaman dan umpatan kala itu sering dikirim ke alamatku. Aku semakin terpuruk. Hingga suatu ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hidup. Namun sayang, usahaku digagalkan oleh seorang gadis yang kemudian aku ketahui bernama Robin. Kata-katanya saat itu membuatku berpikir ulang mengenai kematian, "Apa kau sudah menjalani hidup yang kau mau?" Tanya gadis itu padaku, aku hanya diam menanggapinya. Kemudian ia kembali membuka suara, "Bagaimana kau bisa meninggalkan dunia tanpa membuat hidupmu berkesan terlebih dahulu?" Dan hingga kini, kalimat itu selalu kuingat.

2019
γ€€γ€€γ€€Kehidupan baru. Bertahun-tahun aku hidup dengan menjalani segala yang aku ingini, namun belum jua mampu melepaskan diri dari segala hal negatif yang menjadi canduku. Aku berhenti dari pekerjaanku sebagai model dan lebih memilih untuk menjadi perancang perhiasan juga penulis di waktu senggang. Selain tidak dituntut untuk selalu tampil baik di depan publik, aku jadi lebih leluasa untuk menjadi diri sendiri. Tidak lagi cemoohan itu aku dengar, sebab seiring waktu berlalu orang-orang juga mulai melupakan kejadian buruk tentang masa laluku. Saat itu aku sedang menikmati akhir pekan di kediaman baruku dan seseorang menyelipkan sebuah surat berisi undangan━atau lebih tepat jika kusebut ini ajakan━untuk menghabiskan waktu di resor miliknya. Ya, pengirimnya adalah gadis yang menggagalkan niatanku untuk bunuh diri dan membuatku menceritakan kisah hidupku padanya; salah satunya adalah rahasia besar yang tak banyak orang ketahui, yaitu kisah asmaraku dengan pria yang ternyata sudah beristri, juga bagaimana aku menjalani keterpurukan setelah berpisah dengannya. Sebab sosok Robin memiliki kesan baik di benakku, aku putuskan untuk menerima ajakannya dan kisahku pun dimulai dari sini...

Januari, 2020
γ€€γ€€γ€€Aku akan pulih. Entah mengapa rasanya cukup sulit untuk menekankan kata itu dan meyakinkan diri sendiri bahwa segala yang pernah terjadi di Paradis hanyalah bagian dari masa laluku saja. Tidak sepantasnya kejadian itu terus membelenggu dan mengusikku sebegitu hebatnya. Meski otakku terus berusaha mempercayai kalimat tersebut, agaknya tubuhku memberi reaksi berbeda, sebab kenyataannya kondisi mentalku usai meninggalkan Paradis tidaklah sebaik yang aku kira. Usai mengucap salam perpisahan pada Calvaugh, aku memang memutuskan untuk kembali ke negara asalku. Kupikir semua akan berjalan normal setelahnya, namun aku keliru. Mimpi-mimpi buruk mulai berdatangan layaknya teror yang harus kuhadapi hampir di setiap aku terlelap. Hal tersebut tentu membuat kedua orangtuaku cemas, hingga mengharuskan diriku berkunjung ke sebuah biro layanan psikologi tiga kali dalam seminggu.

γ€€γ€€γ€€Aku telah pulih. Tujuh pekan adalah waktu yang dibutuhkan bagiku hingga aku benar-benar terbebas dari mimpi buruk. Sebanyak 21 pertemuan telah aku jalani, bahkan di awal satu sesi saja dirasa tidak cukup untukku melakukan konseling. Meski sempat meragu, tetapi pada minggu kedua aku benar-benar mengalami perubahan cukup baik, sebab mimpi-mimpi itu tak lagi datang sesering biasanya. Hingga lambat laun ia perlahan menghilang, dan pada dua pertemuan terakhir, Mrs. Janssen telah yakin bahwa aku sudah tidak memerlukan konseling dengannya lagi.

γ€€γ€€γ€€Memulai kembali. Sejak kali pertama pertemuanku dengan Mrs. Janssen, sebenarnya aku secara sukarela menceritakan berbagai masalah yang selama ini timbul di hidupku. Dapat kuyakini bahwa hampir semua telah aku ceritakan padanya, hingga menjadi satu-kesatuan dan secara perlahan pula, ia membantuku untuk menyelesaikan segala yang tadinya kutinggalkan begitu saja tanpa penyelesaian. Salah satu langkah yang berani aku ambil dengan mantap adalah dengan kembali ke dunia yang membesarkan namaku, tanpa mempedulikan berbagai komentar negatif yang sudah pasti bermunculan. Fokus utamaku kini adalah untuk memulai hidup sebagaimana yang kuingini tanpa harus mengorbankan kebahagiaanku demi kepuasan orang lain yang tidak akan ada habisnya. Meski kembali ke depan kamera masih aku lakoni hanya untuk produkku sendiri, LiLou, nyatanya hal tersebut cukup diperbincangkan oleh beberapa media setempat. Sejak kembalinya aku ke dunia model, beberapa tawaran mulai berdatangan. Bisa kukatakan, perusahaan-perusahaan yang menawarkan kerjasama denganku terbilang cukup berani karena mereka berani menggandengku yang memiliki riwayat buruk di masa silam. Meski demikian, tentu aku tidak menyiakan kesempatan ini dan menerima beberapa yang memang cocok denganku.

Pertengahan April, 2020
γ€€γ€€γ€€Sebuah keputusan. Aku sudah mulai membiasakan diri dengan rutinitas yang telah lama tak kujalani, dan bisa dikatakan bahwa aku memang menyenangi apa yang kini aku lakoni. Bisa dikatakan bahwa diriku kini benar-benar produktif, meski untuk mendesain perhiasan masih belum bisa aku kerjakan, lantaran kesibukan sebagai model yang terasa begitu menyita waktuku. Mulanya, aku belum benar-benar memikirkan untuk mengeluarkan model terbaru untuk merkku sendiri, hingga aku menerima sebuah surel resmi dari nama yang terbilang asing bagiku. Mulanya, aku hendak mengabaikan ini lantaran kesibukan, namun saat asistenku, Riley, menyebut perihal keterkaitan pengirimnya dengan satu kota yang menimbulkan trauma: Silla. Aku tidak mengerti bagaimana kota itu seakan terus membuntuti perjalananku. Aku tahu merk perhiasanku memang cukup besar, tetapi masih banyak nama besar lain yang bisa dihubungi selain kepunyaanku, bukan? Dan setelah merenung cukup lama, dengan mempertimbangkan jumlah perhiasan yang dipesan, aku memilih untuk menerima pesanan khusus dalam jumlah yang cukup membuatku tertantang.

Juli, 2020
γ€€γ€€γ€€Kehidupan yang baru. Menjadi salah satu desainer dalam acara yang terbilang bergengsi di kota Silla, membuatku melihat banyaknya peluang untuk bisa sukses di kota ini. Sebutlah segala pesanan yang kemudian masuk, dan tak jarang jua adalah pesanan dari orang-orang yang memiliki nama di sini, rasanya sangat sulit mengabaikan bahwa cukup banyak yang berminat dengan rancangan-rancangan yang kuhasilkan. Meski sebetulnya, di negara asalku sendiri masih cukup banyak orang yang menantikan koleksi terbaru perhiasan dariku, akan tetapi rasanya sungguh berbeda. Ada suatu hal di kota ini yang membuatku merasa lebih tertantang untuk menghasilkan karya-karya terbaru. Selain sudah merasa cukup nyaman untuk tinggal di sini, suasananya yang amat berbeda dari kota tempatku dilahirkan, Las Vegas justru seolah menjadi nilai plus tersendiri. Entah karena aku sudah bosan di tempat asalku dan butuh suasana baru, rasanya Silla sangat tepat untuk dijadikan tempat baru untukku menetap─pun kuakui aku tidak mungkin kembali ke kota yang sama dengan mantan kekasihku berada. Atas keputusan yang kubuat untuk menetap di Silla, segala upaya kukerahkan supaya kedua orangtuaku dapat menerima ini semua. Hingga sebuah syarat diberi oleh ayahku, yaitu agar aku berada dalam pengawasan Felipe Rochester, putra sulung dari sahabatnya yang ternyata sudah lama menetap di Silla. Tanpa perlu pertimbangan, aku tentu menyetujui kesepakatan tersebut dan mendapat izin untuk tinggal di kota ini selama yang aku mau. Dan jujur saja, rasanya aku tidak ingin kembali.

Relation


Family

Leonard Jolyon Loughty

(George Clooney)

Seorang pengusaha ternama yang amat mencintai keluarganya. Selalu berpihak pada sang buah hati meski kabar buruk tak jarang menerpa, ia selalu percaya pada Lizeth dan mendukung keputusannya.


Gamora Abigail Loughty

(Monica Belluci)

Sosok perempuan sosialita yang lebih sering menghabiskan waktu untuk bersama teman-temannya dibanding berada di rumah. Memiliki cara tersendiri dalam menyayangi buah hatinya, yaitu dengan memenuhi segala kebutuhan dan memanjakannya dengan uang. Namun meski begitu, ia akan melakukan apa saja demi melindungi putri tunggalnya bahkan jika harus menggunakan cara kotor sekali pun.


OTHER

A.J. Calvaugh

Sosok yang terbilang cukup dekat dengan Lizeth, sebab keduanya sering terlihat 'menghabiskan waktu bersama'. Meski demikian, hubungan keduanya kandas usai meninggalkan Paradis Island.


Peter

Seorang yang dekat dengan Lizeth dan sering bertukar pikiran dengannya. Dianggap sebagai sosok kakak oleh sang puan Loughty, akan tetapi kejadian tragis menimpa hingga ia meregang nyawa di Paradis Island sebelum tim penyelamat datang.


Mo Taegoo

Sosok yang sempat terlibat perkelahian dengan mendiang Peter, Lizeth mengenalnya secara tak sengaja melalui sebuah interaksi yang terbilang unik: menenggelamkan diri di salju.


Freira Beau Rochester

K